Monthly Archives: July 2019

Pemain Bintang yang Gagal di MU

Pemain Bintang yang Gagal di MU

Manchester United telah diakui merupakan salah satu tim raksasa sepak bola dunia. Dikarenakan banyak pemain bintang yang datang dan pergi memperkuat Setan Merah.

Manchester United yang sering merekrut banyak pemain bintang selama tahun ke tahun. Kedatangan pemain bintang tersebut diharapkan untuk bisa membangkitkan performa di tim.

Akan tetapi, tidak semua pemain bintang yang datang ke Old Trafford bisa memberikan penampilan terbaik mereka. Ada beberapa alasan yang membuat pemain bintang tersebut tampil sesuai yang diharapkan.

Sedangkan Manchester United yang harus menggunakan biaya yang sangat tinggi untuk merekrut pemain bintang. Nanum, mereka yang tidak dapat memberikan yang terbaik bagi tim.

Berikut adalah pemain bintang yang gagal di Manchester United :

1. Bastian Schweinsteiger

Bastian Schweinsteiger merupakan pemain yang berperang penting bagi tim nasional Jerman pada tahun 2014 dan di Bayern Munchen pada tahhun 2013. Pada saat Setan Merah mendatangkan pemain gelandang Jerman tersebut dengan harga yang mencapai 6,5 juta Poundsterling yang membuat penggemar MU bersemangat.

Bastian Schweinsteiger memperkuat MU pada saat dibawah asuhan Louis Van Gaal, mantan pelatih Bayern Munchen yang telah sukses membuat Bastian Schweinsteiger menjadi salah satu pemain gelandang tengah terbaik dunia.

Akan tetapi ketika dia berada di MU tidak sehebat saat dulu. Kini yang hanya dapat bermain di starter pada 21 laga pada debut musimnya dan dia hanya dapat mencetak satu gol dalam 31 laga bersama MU.

2. Alexis Sanchez

Di tahun 2014, Barcelona yang telah bersedia untuk melepaskan Alexis Sanchez. dan Arsenal berhasil mendapatkan sang pemain tersebut dan dia berhasil mencatat 80 gol pada 166 pertandingan bersama Arsenal.

Di tahun 2018 lalu, dengan kontrak yang hampir berakhir bersama Arsenal, Alexis Sanchez yang ingin diincar oleh duo Manchester. dan pada akhirnya dia yang berhasil di datangkan oleh Manchester United. Kehadirannya memang disambut dengan senang, namun dia yang hanya dapat mencatat tiga gol pada 18 laga di musim debutnya.

Hal tersebut merupakan penampilan yang tidak memuaskan. Kini membuat dia yang sering berada di kursi cadangan dikarenakan kalah bersaing dengan Marcus Rashford dan Anthony Martial.

Demi Karir, Sanchez Disarankan Pulang Ke Arsenal

Demi Karir, Sanchez Disarankan Pulang Ke Arsenal

Performa salah satu bintang Manchester United, Alexis Sanchez termasuk inkonsisten sejak didatangkan dari Arsenal pada musim panas 2018. Melihat hal tersebut, Marc Overmars yang merupakan direktur olahraga Ajax Amsterdam menyarankan pemain asal Chile untuk pulang ke Emirates.

Dari 37 penampilannya berseragam Manchester United, Sanchez hanya mampu menorehkan lima gol serta sembilan assist saja disemua kompetisi. Performa ini tentu sangat menurun jika dibandingkan dengan ketika dirinya masih membela Arsenal dan mampu menjelma menjadi salah satu striker paling berbahaya di Inggris.

Banyak pihak termasuk Overmars merasa sangat disayangkan jika Sanchez terus bertahan di Old Trafford dan tidak bisa berkembang dengan bakat yang dimilikinya. Overmars bahkan menilai Sanchez masih memiliki peluang besar untuk mencatatkan prestasi lebih baik jika dirinya mampu bermain bersama tim yang cocok dengannya.

Untuk itu, Overmars menyarankan Sanchez agar pulang kembali ke Emirates Stadium dan bermain bersama Arsenal yang merupakan tim yang sangat cocok dengan gaya permainan sang pemain. Selain itu, Arsenal juga tidak mampu menunjukkan permainan yang lebih baik pasca ditinggal pergi oleh Sanchez yang menurutnya baik klub dan sang pemain memang memiliki keterikatan yang sangat baik.

“Alexis (Sanchez) merupakan salah satu pemain terbaik yang ada di Inggris bahkan di Eropa. Saya menaruh rasa hormat untuk keputusannya memilih bergabung dengan Manchester United. Akan tetapi saya merasa dia merupakan pemain yang sangat tepat untuk Arsenal dan mereka (Arsenal) juga kesulitan untuk tampil lebih baik pasca kepergiannya. Dengan bakat yang dimilikinya, Saya mendukung Alexis untuk pulang ke Emirates untuk mencatatkan berbagai prestasi dengan kemampuannya.”kata Overmars.

Limpa Penyelam Jauh Lebih Besar Dari Ukuran Limpa Manusia Biasa

Limpa Penyelam Jauh Lebih Besar Dari Ukuran Limpa Manusia Biasa

Suku bajo dalah suku di pesisir pantai yang tersebar di wilayah asia tenggara. suku ini biasanya tinggal di desa desa di pesisir pantai dan sering menggunakan tombak dan peralatan tradisonal untuk berburu makanan seperti ikan dan kerang. hanya dengan kemampuan menyelam dan menahan nafas yang panjang mereka melakukan perburuan tersebut sudah lebih dari 1000 tahun.

Dari penelitian yang di lakukan terhadap beberapa masyarakat suku bajo, kemampuan menahan nafas dengan lama di dalam air memiliki beberapa trik dan kemampuan ini sudah di adaptasi lama oleh masyarakat suku bajo. dalam kondisi didalam air yang kekurangan oksigen tubuh masyarakat bajo seolah olah sudah terprogram khusus untuk dapat bertahan. produksi sel darah merah dalam tubuh masyarakat Bajo meningkat saat menyelam sehingga pengiriman oksigen ke organ dan jaringan lain menjadi lebih efektif.

Bentuk adaptasi terbaru yang berhasil di teliti dari masyarakat bajo adalah bentuk limpa yang lebih besar ukurannya di bandingkan dengan ukuran limpa manusia pada umumnya. limpa berfungsi untuk menyimpan sel darah merah saat menyelam dan secara alami sel darh merah tersebut akan mengikat oksigen selama dalam air dan melepaskannya saat terjadi penggantian sirkulasi udara sehingga orang bajo punya kemampuan menahan nafas lebih lama di dalam air.

Rasa penasaran para peneliti di lanjutkan dengan meneliti secara lebih spesifik terhadap masyarakat suku bajo. beberapa orang di kumpulkan untuk di teliti. beberapa sempel yang di ambila adalah air liur dan makanan serta di bedakan menurut umur, jenis kelamin, berat badan dan tinggi badan. Dari penelitian tersebut di jumpai bahwa ukuran limpa masyarakat bajo lebih besar 50% dari manusia pada umumnya.

Biasanya organ limpa tumbuh besar dan dijumpai pada mamalia laut ketika menyelam. seleksi alam terbukti membuat masyarakat suku bajo beradaptasi dengan lingkungannya hal tersebut terliat dari ukuran limpa mereka yang besar. peneliti kemudian ingin membandingan ukuran limpa dan kapasitas paru paru masyarakat suku bajo dengan masyarakat yang tinggal di pegunungan tinggi.